Binanalar

PREDIKSI SATU TAHUN KEDEPAN, INDONESIA AKAN MENGALAMI TANTANGAN EKONOMI

KRONIK 04 Jan 2017 19:12

PREDIKSI SATU TAHUN KEDEPAN, INDONESIA AKAN MENGALAMI TANTANGAN EKONOMI
gambar diambil di http://files.monexnews.com/

binanalar.com

binanalar.com - Fenomena yang terjadi dalam tahun kemarin  dalam perekonomian Indonesia mengalami tingginya penumpukan hutang Indonesia karena skandal pihak asing.  Data yang disebutkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan total nilai utang pemerintah pusat sampai dengan posisi November 2016 sebesar Rp 3.485,36 triliun. Realisasi utang ini naik signifikan sebesar Rp 45,58 triliun dibandingkan posisi Oktober yang senilai Rp 3.439,78 triliun.

Timbulah banyak prediksi yang menyatakan, apakah Tahun 2017 ini tahun tantangan bagi Indonesia ?

Dilansir di Kompas.com Senior Analyst Binaartha Research Reza Priyambada dalam risetnya menyatakan, tahun 2017 merupakan tahun tantangan bagi perekonomian Indonesia.

menurutnya, tantangan tidak saja hanya datang dari dalam negeri, namun juga dari eksternal, sehingga perlu kesiapan oleh semua pihak.

"Persiapan tidak hanya bagi pemerintah, namun juga bagi para pelaku pasar dalam menghadapi sejumlah tantangan tersebut," kata Reza dalam laporan risetnya, Rabu (4/1/2017). Ujarnya”

Dengan hal tersebut, Reza berpendapat ada beberapa harapan positif bagi perekonomian Indonesia pada tahun ini.

Pertama, realisasi kebijakan pemerintah masih terus berlanjut. Tidak hanya itu, program pembangunan infrastruktur juga masih berjalan, dengan pengawasan yang lebih baik guna mencegah adanya penyelewengan dana.

Kedua, dari sisi inflasi, Reza memprediksi dan memperkirakan inflasi masih dapat stabil, terutama dengan menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan-bahan pangan.

"Perbankan dapat sedikit menurunkan tingkat suku bunga kredit untuk menyalurkan kredit lebih besar yang berujung pada peningkatan pendapatan dan ditunjang oleh peningkatan kolektabilitas untuk mencegah meningkatnya NPL (rasio kredit bermasalah)," ujar Reza.

Selain itu, kualitas pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan dengan peningkatan belanja pemerintah untuk sektor produktif dan kenaikan investasi dalam negeri serta perbaikan neraca perdagangan maupun defisit transaksi berjalan.

Pun diharapkan adanya perbaikan dan kenaikan rating bagi Indonesia, yang merupakan hal baik untuk ekonomi maupun obligasi negara. Dari sisi nilai tukar, rupiah diharapkan bisa lebih stabil.

Dengan demikian, perekonomian dan iklim usaha bisa tetap terjaga dengan baik pula.



Terkait