Binanalar

REKTOR UIN JAKARTA, SOROTI PELANGGARAN HAM ATAS PAKISTAN

KABAR 07 May 2021 13:11

REKTOR UIN JAKARTA, SOROTI PELANGGARAN HAM ATAS  PAKISTAN
Uin jakarta

binanalar.com

Jakarta, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Amany Burhanuddin Umar Lubis, berharap keluarga korban kejahatan perang di Afganistan segera mendapatkan keadilan.

Amany mengatakan, banyak laporan yang menyebutkan bahwa di sepanjang 2013-2019, pasukan khusus Australia telah membunuh 39 orang Afganistan selama ikut dalam operasi militer. "Pengadilan kriminal internasional sudah menyetujui untuk dijadikannya kasus untuk diadili di mahkamah internasional," katanya.

Kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan pertahanan Australia itu, lanjut Amany, semakin terlihat sadis lantaran korban pembunuhan bukanlah pejuang Afganistan atau kelompok bersenjata di Afganistan, tapi warga sipil biasa yang berprofesi sebagai petani.

"Mereka ditangkap dan diperlakukan kejam hingga wafat dan ada yg jasadnya dibuang begitu saja sehingga ini terlihat pelanggaran HAM," ungkapnya.

Dilain hal, Amany menyinggung persoalan konflik dan pelanggaran HAM yang terjadi di Afghanistan. Merujuk ke rilis laporan penyelidikan militer November 2020 yang menemukan informasi kredibel tentang potensi kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan khusus Australia yang ditugaskan di Afghanistan. Dalam kasus di Afghanistan, militer Australia telah menemukan 13 anggota pasukan khusus telah melakukan pembunuhan tanpa justifikasi (unlawfull killing) terhadap 39 tawanan dan warga sipil di Afghanistan. (Red)



Terkait