Binanalar

WWD 2021, Estetika Institute Tinjau Kritis Peran Perempuan dalam Ekonomi

KABAR 12 Mar 2021 09:56

WWD 2021, Estetika Institute Tinjau Kritis Peran Perempuan dalam Ekonomi

binanalar.com

Binanalar.com - Peringatan World Women Day 2021 ini mengusung tema kesetaraan tanpa bias dan inklusif, di tengah pandemi Covid-19 perayaan masih berlangsung di sejumlah negara termasuk di Indonesia. Saat ini masih dirasakan perlunya penyeimbangan antara usaha sebuah negara membebaskan masalah kesehatan dan kebertahanan ekonominya, namun beberapa kebijakan dirasakan tidak memasukkan secara khusus keterlibatan kaum perempuan dalam aspek pengentasan ekonomi.

Estetika Handayani, selaku Direktur Estetika Institute menjelaskan sejauh ini hari perempuan  dan tuntutannya telah mencapai titik jenuh karena tidak ada sikap yang konsisten dan mengakar pada tuntuntan hak perempuan oleh pengambil kebijakan. Peraturan dan mekanisme yang rumit serta hambatan bagi perempuan yang makin terasa laten sehingga memunculkan bias gender di berbagai sektor.

“Kalau berharap tidak ada bias gender, ya silahkan pemerintah lakukan mekanisme budaya kerja dan kebijakan yang inklusif bagi perempuan, apalagi musim pandemi saat ini fakta lapangan bisa menunjukkan situasi yang jauh lebih berbeda dan pelik,“ katanya, Selasa (9/3).

Berdasarkan Catatan Tahunan tentang Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2020 (Annual Record of Violence in 2020), dalam 12 tahun terakhir kekerasan terhadap perempuan telah meningkat sebesar 792%, yang berarti telah terjadi peningkatan sebesar hampir delapan kali lipat. Sementara, berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Komnas Perempuan, kasus kekerasan terhadap perempuan telah meningkat sebesar 75% sejak terjadinya pandemi corona.

Estetika menyoroti jika pemerintah tidak segera memperbanyak ruang peran baru bagi perempuan terutama pemulihan ekonomi, maka tentu akan berdampak kepada aktivitas keterlibatan perempuan pada politik di saat pemilihan umum di masa yang akan datang.

“Peran itu artikulasi perempuan menempatkan diri sebagai bagian dari konsep kemajuan ekonomi, budaya dan, politik, jangan harap preseden demokrasi baik jika menempatkan peran masyarakatnya tidak  ada nilai kesetaraan, ” tegasnya.

Estetika Institute memberikan beberapa catatan dalam pemulihan peran perempuan dalam sektor ekonomi. Pertama, adanya keterbatasan ruang dan kesempatan kerja, karena penurunan pendapatan, gangguan pada kelancaran rantai pasok, dan akses pada modal dan sumber daya ekonomi yang terbatas. Kedua,  Kesenjangan keterampilan (skills) untuk bertahan hidup. Perempuan memiliki berbagai hambatan berbasis gender terkait ekonomi. Ketiga,  Rendahnya produktivitas perempuan, karena tingginya beban ganda telah menyedot waktu dan energi perempuan. (red/me)



Terkait