Binanalar

Aturan Main Baru Ekpor, Begini Kata Mendag.

KABAR 25 Aug 2020 11:30

Aturan Main Baru Ekpor, Begini Kata Mendag.
ekpor dan import Indonesia

binanalar.com

Binanalar.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, meningkatnya kinerja ekspor pada Juli 2020 menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengoptimalkan produk dalam negeri. Tercatat, pada Juli 2020 ekspor Indonesia mencapai USD 13,7 miliar atau naik 14,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan impornya menurun sebesar 2,7 persen dibandingkan Juni 2020 (MoM). Dia menjelaskan, surplus neraca perdagangan ini merupakan yang tertinggi sejak 2011.

Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan, baik pada Juli 2020 maupun secara kumulatif pada periode Januari-Juli 2020. Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2020 surplus USD 3,3 miliar, naik hampir tiga kali lipat dibandingkan Juni 2020 yang surplus USD 1,2 miliar.

"Kini mulai terlihat adanya penguatan rantai nilai domestik di mana para pelaku ekonomi lebih mengoptimalkan ketersediaan produk-produk di dalam negeri. Momentum penguatan rantai nilai domestik ini harus dipertahankan sebagai motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Agus melalui keterangan resminya, Senin (24/8).

Mendag menyampaikan, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Juli 2020 surplus USD 8,7 miliar. Capaian pada semester pertama 2020 lebih baik dari periode yang sama tahun 2019 yang mengalami defisit USD 2,2 miliar.

Namun kini adanya yang perlu diperhatikan tentang aturan main yang berlaku bagi ekportir, misalnya adanya peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag)  pada 13 Desember 2018 terkait Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 111 Tahun 2018 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pembuatan Deklarasi Asal Barang (Origin Declaration) untuk barang ekspor asal RI.

Aturan ini sendiri berlaku penuh sejak 1 Januari lalu. Melalui aturan itu, Kemendag berkomitmen menerapkan perjanjian internasional yang telah disepakati serta memperlancar arus barang ekspor melalui sistem sertifikasi mandiri.

"Sertifikasi mandiri dilakukan melalui penggunaan Deklarasi Asal Barang (DAB). Untuk itu, diperlukan Permendag untuk mengatur ketentuan dan tata cara pembuatan DAB untuk barang ekspor asal Indonesia," Ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan di Jakarta.

Nurwan menjelaskan, bahwa DAB memiliki fungsi yang sama dengan Surat Keterangan Asal (SKA) yang dapat digunakan oleh eksportir untuk memperoleh fasilitas pengurangan atau pembebasan tarif bea masuk ataupun untuk menunjukkan asal barang dari Indonesia.

Untuk menggunakan DAB, eksportir harus memenuhi beberapa ketentuan, yaitu:

1. Mendapatkan penetapan sebagai Eksportir Teregistrasi atau Eksportir Tersertifikasi (ER/ES)

2. Pembuatan DAB harus melalui sistem e-SKA

3. DAB harus dicetak pada dokumen komersial atas barang yang diekspor seperti faktur, tagihan, catatan pengiriman, dan daftar pengepakan

4. Mencantumkan kode autentik yang diperoleh dari sistem e-SK serta berlaku selama 12 bulan sejak tanggal pembuatan dokumen komersial.

Dengan berlakunya Permendag Nomor 111 Tahun 2018, Permendag sebelumnya yaitu Pemendag Nomor 23 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Permendag No. 39/M-DAG/PER/8/2013 tentang Ketentuan Sertifikasi Mandiri (Self Certification), diharapkan akan mempermudah pengusaha yang ingin dan mau terjun langsung ke dunia ekspor. (Z.A)

 

 



Terkait