Binanalar

Andi Syafrani: Agama Dan Politik Itu Bagai Mata Rantai

KABAR 28 Feb 2017 17:54

Andi Syafrani: Agama Dan Politik Itu Bagai Mata Rantai

binanalar.com

 

Binanalar.com- Perdebatan antara konsepsi Agama dan Politik yang meruncing seringkali menjadi batu ganjalan bagi terciptanya demokrasi yang positif di negeri ini. Dalam kasus Pilkada DKI Jakarta ditemui beberapa isu SARA yang dijadikan alat politik guna menyerang lawan politik.

 Andi Syafrani pengamat Hukum dan Politik saat dijumpai di sela-sela diskusi “Dilema Agama dalam Pilkada” yang diselenggarakan oleh Dema UIN Jakarta, Selasa (28/2) menjelaskan secara terperinci mengenai pandangannya akan demokrasi di Indonesia terutama berkaitan dengan disukursi agama dan politik.

Menururnya kalau berbicara konsep normatif dalam politik kita telah diatur secara baik dari undang-undang teknis sampai aturan penyelenggaraan pemilu menjelaskan agama tidak boleh dijadikan alat politik yang memungkinkan terjadinya ketersinggungan di mana nantinya menyebabkan perpecahan. Dengan demikian, secara keseluruhan konsepsi negara kita sangat sekuler oleh karenanya sangat susah dipisahkan.”Itu ibarat minyak dan air sulit dipisah,” terangnya.

Dia melihat situasi saat ini lebih dikarenakan  banyaknya upaya untuk menarik nilai agama maupun politik secara terpisah. Ini sebabnya, menuruttnya terkadang lupa diperhatika.”Kita harus kembali melihat bahwa nilai agama juga bagian dari sumber fundamen bangsa kita,” tegas alumni Victoria University, Australia tersebut. 

Terkait kasus di Pilkada DKI Jakarta, menurutnya masyarakat Jakarta lebih dominan pemilih rasional karena beragamnya lapisan masyarakat di dalamnya.  Pemilih rasional akan melihat prestasi kerja yang dijadikan ukuran dalam elektabilitas. Walaupun, pada kenyataannya isu agama yang terjadi  di Pilkada DKI Jakarta juga memunculkan fenomena baru yakni keberhasilan kinerja calon Petahana Basuki Tjahaya Purnama justeru tidak sebanding dalam tinggiya elektabilitas dalam dalam dana Suvei.”Isu agama saya kira efektif dalam hal itu,” jelasnya. (MQ)

 



Terkait