Binanalar

Polusi Sampah Menjadi Pundi-pundi Ekonomi

KOLOM 13 Oct 2020 16:59
56

Polusi Sampah Menjadi Pundi-pundi Ekonomi

binanalar.com

Sampah dan limbah di lingkungan masyarakat sudah menjadi permasalahan serius dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Seperti yang dikatakan oleh Sevita Dwi Utami Mahasiswi Universitas Negeri Malang bahwa Hal ini dikarenakan keberadaan volume sampah  yang terus meningkat dan bertambah, baik jumlah volume sampah  maupun jenis sampah itu sendiri yang menjadi permasalahan di berbagai negara khususnya di Indonesia. Sampah adalah sisa-sisa dari sebuah proses yang dianggap sudah tidak dipergunakan lagi. Adapun sampah sendiri dapat dikelompokan menurut:

1. Sumbernya

a. sampah dapat berasal dari alam

b. sampah yang berasal manusia dan hewan.

c.sampah dari hasil alktifitas manusia atau sisa konsumsi manusia.

2.Sifatnya

a. sampah organic.

b. sampah non organic.

c. sampah beracun ataua sering disebut sampah b3 (berbahaya bahan beracun).

3.Bentuknya

a. sampah padat.

b. sampaah cair.

Sumber sampah yang rata-rata dari sisa manusia yang dihasilkan dari suatu kegiatan industri, rumah tangga, instansi, dan lain–lain yang dilakukan oleh manusia. Sampah yang tidak dapat diolah dengan baik menjadi salah satu faktor terjadinya polusi sampah yang berdampak negatif bagi lingkungan  masyarakat. (Soemirat, 2014).  Sampah merupakan sisa material yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatau proses. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang, sehingga faktor pembangun sedang gencar-gencarnya disegala bidang, baik pembangunan ekonomi, Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, pertanian dan perindustrian termasuk didalamnya UMKM. Salah satu contoh dari pembanunan yang sudah berjalan di Indonesia adalah dengan menerapkan konsep smart village. Salah satu faktor pendukung dari aspek smart village tersebut yaitu pengolahan limbah masyarakat baik berupa sampah organik maupun sampah anorganik merupakan salah satu faktor pendukung utama terlaksanaya program smart vilage.

Salah satu kelemahan pada negara berkembang yaitu kesadaran masyarakat membuang sampah masih sembarangan yang menjadi penyebab  salah satu dari sumber  polusi dan bakteri. Harapan dari pemerintah sudah waktunya masyarakat mampu  dan sadar  membedakan mana sampah organik dan anorganik. Sehinnga dengan mengelompokan atau memisahkan dalam membuang sampah menurut sifatnya, masyarakat sudah berperan besar ikut andil dalam mengurangi polusi dan masalah sampah, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan pencemaran udara, dari gas yang dihasilkan oleh sampah. Polusi, bakteri dan berkembangbiaknya lalat menimbulkan ketidaknyamanan kehidupan dilingkungan masyarakat. Oleh karena itu sudah waktunya masyarakat untuk memulai dalam membuang sampah dipisahkan menjadi dua tempat yaitu tempat sampah organic dan anorganik. Dengan memisahkan kelompok sifat sampah akan mempermudah kita dalam mengelola sampah itu sendiri. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi  pupuk kompos/bio gas dan sampah anorganik juga bisa dimanfaatkan  untuk bahan  kerajinan tangan seperti membuat tas menggunakan bungkus kopi atau deterjen yang sudah tidak terpakai.

Bahan bangunan saat ini  seperti bata ringan atau hebel juga sudah mulai dibuat dari bahan limbah  industri anorganik. Dengan kesadaraan masyarakat membuang sampah dengan baik dan benar dan mampu memanfaatkan limbah sampah menjadi barang yang berguna. Hal ini sangat membantu permasalahan sampah, mampu mengurangi pencemaran dan polusi akibat sampah dan berdampak positif dapat menambah penghasilan dengan memberdayakan sampah menjadi barang yang meiliki nilai jual. Baikpupuk ataupun beraneka macam kerajinan.

Tata cara dan Teknik Pengelolaan Sampah

Tujuan dari Pengelolaan sampah yaitu yang berhubungan dengan pengendalian, penyimpanan, pengumpulan, timbunan, pemindahan, pengolahan, dan pembuangan sampah dengan cara dan prinsip  yang baik dan benar Dengan demikian keberadaan  pengelolaan sampah untuk menyikapi agar bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat baik pengetahuan  dan manfaat dari sampah serta memperoleh lingkungan yang bersih bebas dari volusi yang disebabkan oleh sampah. Cara Pengelolaan Sampah dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu dengan menimbun, mengubur dan daur ulang atau recycling ke proses-proses lain.

Cara penimbunan sampah yang paling sederhana ialah penimbunan terbuka, sampah di kumpulkan di suatu tempat yang jauh dari tempat aktifitas masyarakat, sehingga tidak mengganngu kenyamanan masyarakat.. Cara penimbunan sampah yang baik yaitu dengan cara menimbun sampah di bawah permukaan tanah atau digunakan untuk mengurug tanah berawa yang kemudian di tutup sehingga proses dekomposisi berlangsung dibawah tanah, kelebihannya jika  terdapat kuman yang  berbahaya tidak akan tersebar ke dalam udara. Cara menimbun tanah juga masih ada kelemahannya. Cara ini bisa menimbulkan masalah contohnya seperti pencemaran air tanah yang dapat mempengaruhi air sumur, air sungai, irigasi dan air selokan yang berdampak pada pertanian dan perikanan.   sudah menjadi kebiasaan  masyarakat dalam penimbunan pengelolaan sampah dengan melibatkan beberapa pihak seperti : a.masyarakat membuang sampah ke tempat pembuangan sampah. b.Petugas dinas kebersihan mengangkut sampah dari tempat timbunan sementara dengan memadatkan sampah terlebih dahulu lalu dibuang ke tempat pembuangan akhir. c.Pemungutan  sampah dengan mengambil sampah seperti botol, bahan plastic atau barang rongsokan besi/kayu yang sudah tidak layak. d. Sampahdi tempat penimbunan akhir sebaiknya di timbun di dalam tanah agar hancur oleh mikroorganisme. Sampah juga dapat dibakar di dalam dapur khusus, pencemaran-pencemaran yang keluar dari hasil pembakaran yang berupa abu dan bahan-bahan lain yang sebaiknya juga  ditimbun atau dipendam di tempat yang telah disediakan. Pada proses pembakaran sampah atau istilah ini juga sering disebut dengan istilah insinerasi timbul panas, sehingga terdapat sumber energi yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber tenaga untuk  pembangkitkan tenaga listrik atau yang lainya.

Proses pembakaran sampah/insinerasi juga mempunyai beberapa keuntungan:

1. Mengurangi masalah kesehatan yang berhubungan penimbunan sampah.

2. Mengurangi volume sampah hingga 80 %.

3. Kotoran dan sampah dapat dikerjakan bercampur, tidak perlu dipisah.

4. Alat yang dapat digunakan untuk membuat berbagai ukuran, untuk keperluan besar, sedang, atau kecil.

Semoga masyarakat dapat menjaga lingkungan melalui memisahkan  sampah organik dan nonorganik, membuang sampah dengan benar pada tempatnya.

Dikutip dari beberapa sumber: Tuasikal, D. A. A., Muharom, A. S., Kusuma, D. D. A., Wahjuwibowo, I. S., Nugraha, M. B., & Shobri, M. (2019). Pengelolaan Sampah Organik Dan Anorganik Di Desa Lengkong Kulon Kabupaten Tangerang. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR)2, 184-191. Oleh Sevita Dwi Utami Mahasiswi Universitas Negeri Malang.

[Red]



Terkait