Binanalar

Di Tahun 2020 Sekitar 95% Kaum Millenial Terancam Jadi Gelandangan

KOLOM 30 Jul 2018 10:32

Di Tahun  2020 Sekitar 95% Kaum Millenial Terancam Jadi Gelandangan

binanalar.com

Binanalar.com- Saat kalangan pemuda begitu merayakan nikmatnya selancar teknologi digital. Masa depan seakana sudah dipacu untuk memungkinan nafrasi kesejahteraan akan segera tiba berkat pemanfaatan teknologi yang ada saat  ini. Akan tetapi  predikdsi itu nampanya akan sedikit terhalangi oleh kemungkinan bahwa di tahun 2020 sekitar 95% kalangan muda millenial akan hidup menjadi gelandangan.

Adalah survey yang dilakukan oleh Rumah 123 melakukan penelitian tentang gaya hidup yang dijalani oleh anak muda millennial hampir tiada batas tidak diimbangi oleh harga rumah yang nyatanya lumayan tinggi.

Rumah123 melakukan survei, hasilnya dalam 3 tahun mendatang atau 2020, hanya 5% kaum milenial (kelahiran antara 1982 – 1995) yang sanggup membeli rumah. Sisanya 95% tak memiliki tempat tinggal.

Menurut data Rumah123, kenaikan harga rumah jauh lebih besar dibanding kenaikan pendapatan pertahunnya. Rata-rata kenaikan properti di Indonesia menurut Untung pertahunnya mencapai 17%.

"UMR kan enggak sampai 10%. Apalagi pertumbuhan ekonomi membaik, itu kan inflasi turun, kalau inflasi kecil berarti penghasilan juga enggak besar. Di luar Jakarta, seperti Bodetabek kita survei angkanya hampir sama," imbuhnya dilansir dari detik.finance.com.

Survei Rumah123 mengambil contoh, saat ini harga rumah berukuran 70 meter persegi di Sumarecon Bekasi sudah mencapai Rp 1,2 miliar. Sementara untuk ukuran yang sama di Tambun, Bekasi sudah mencapai Rp 600 jutaan.

Berdasarkan house price to annual income ratio atau rasio harga rumah berbanding pendapatan pertahun, harga rumah yang sebaiknya dibeli maksimal 3 kali dari penghasilan tahunan (12 kali gaji, bonus dan THR). Jika diambil contoh rumah seharga Rp 600 juta, maka generasi milenial harus memiliki penghasilan per tahun Rp 200 juta atau perbulannya Rp 16 jutaan.

Menurut survei Rumah123, hanya 4% lebih kaum generasi milenial yang memiliki gaji perbulan sebesar itu. Jadi sebenarnya pemasukan generasi milenial saat ini terbilang biasa-biasa saja.

Faktor lainnya, generasi milenial saat ini gaya hidupnya terbilang boros. Mereka lebih mementingkan gaya hidup ketimbang membeli rumah. Seperti ingin terus mempunyai smartphone terbaru dan hobi traveling yang menghabiskan uang cukup besar.

"Padahal rumah ini harus diutamakan. Travelling bisa ditunda dan harga tiket naiknya enggak besar. Sementara rumah naiknya sangat besar, bahkan pernah sampai 100% dalam setahun. Jika tidak didahulukan tidak akan punya rumah," tuturnya.

Kaum milenial juga merasa tidak masalah untuk tinggal dengan menyewa properti. Padahal menurut Untung pikiran tersebut sangat salah. Sebab dengan menyewa berarti hidup kita tergantung dengan pemilik properti tersebut.[Red]



Terkait