Binanalar

Kolaburasi antar Dosen, Pengusaha dan Kelurahan dalam Peningkatan Pelayanan dan Pemberdayaan bagi Pedagang Kaki Lima.

KABAR 23 Apr 2019 09:57

Kolaburasi antar Dosen, Pengusaha dan Kelurahan dalam Peningkatan Pelayanan dan Pemberdayaan bagi Pedagang Kaki Lima.
Capture by: Binanalar

binanalar.com

Binananalar.com – Permasalahan ekonomi memang selalu hangat menjadi topik yang seru untuk dibahas, begitu pula bagi Kota Tangerang Selatan yang memiliki jumlah penduduk yang hampir 1,6 Juta jiwa. Oleh karenanya berbagai elemen harus bersatu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Kelurahan Rengas yang tereletak di Ciputat Timur Tangerang Selatan, menjadi salah satu promotor dalam menyatukan persepsi antara peningkatan pedagang kaki lima, dosen dan pengusaha yang nantinya sebagai rule model kemandirian UMKM di Tangerang Selatan. (23/4)

Ulfatussakinah selaku dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengatakan bahwa, turut senang dan bangga diundangnya sebagai narasumber pada kegiatan peningkatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat Rengas.  

“Saya juga adalah seorang wirausaha yang kebetulan dipercaya menjadi dosen, dan sekarang saya senang dengan acara ini bisa sharing bagaimana menjadi seorang Pedagang Kreatif Kaki Lima, saya lebih suka dengan bahasa itu.” Ujarnya

Persoalan pedagang kaki lima menjadi momok yang mengerikan bagi kota yang moderen, namun dilain hal pedagang harus terus di support dan dikembangkan sesuai mandat UUD 1945, mensejahterakan masyarakat.

Selaras yang dikatakan dalam dialog, “kita harus menemukan suatu yang kongrit dalam merubah paragidma yang klasik menjadi lebih moderen. Oleh karena itu karakter yang kuat terlebih harus ditanamkan mendalam didalam diri seorang pedagang. 6 karakter yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan yaitu sikap prilaku disiplin, komitmen tinggi, jujur, kreatif dan inovatif, mandiri, dan realistis.” Tambahnya

Selain dari itu harus ada program unggulan dari pada wirausahwan yang nanti bisa dijadikan branding bagi usahanya itu sendiri. Untuk menciptakan program unggulan dibutuhkan keberanian, penguasaan produk, penguasaaan pasar, fokus pada apa yang dituju dan bisa mengkemas dengan sebaik mungkin.

Gusri Effendi Ketua Perhimpunan hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tangerang Selatan menambahkan, “kita coba lihat pruduk kripik milik pak Asep dan cokelat milik ibu Nuriah coba dimasukan kreatifitas kemudian digabungkan bisa menjadi Kripik Cokelat yang kemudian dikemas dengan kemasan yang menarik, maka hasilnya menjadi daya jual yang tinggi.” Ujarnya



Terkait