Binanalar

Minimalisasi Kekerasan ABK dan Penangkapan Ikan Ilegal, EJF Luncurkan Film Dokumenter

KABAR 30 Jun 2020 12:39

Minimalisasi Kekerasan ABK dan Penangkapan Ikan Ilegal, EJF Luncurkan Film Dokumenter

binanalar.com

Binanalar.com - Kekerasan pada Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang terjadi di kapal nelayan berbendera China memicu perhatian khusus terkait nasib dan hak kemanusian ABK di atas lautan.

Enviromental  Justice Foundation (EJF) organisasi yang bergerak dalam bidang pengawasan kelautan dan hak asasi manusia melakukan rilis film dokumenter yang mengisahkan kegagalan beberapa negara seperti Taiwan dan Korea Selatan dalam pencegahan penangkapan Ikan Ilegal dan kekerasan pada ABK.

Mohamad Romadoni Tim Riset EJF menjelaskan pada saat ada tindakan eksploitasi dan kekerasan pada ABK Indonesia di atas kapal China publik sempat tidak menyangka tindakan tersebut terjadi dengan mudah padahal pengawasan di era moderen cukup ketat.

"Dari data, lebih dari 25% ABK menyatakan pernah mengalami penderitaan dan penyiksaan fisik. Kita dapat bayangkan bahwa 80% ABK bekerja lebih dari 18 jam perhari," terangnya.

Bedah film ini akan diselenggarakan pada Rabu, 1 Juli 2020 bersamaan dengan peluncuran data-data hasil investigasi yang telah dikaji oleh EJF selama ini.

Romadoni menambahkan film dokumenter ini cukup tegas dari sisi pesannya yakni publik diminta lebih sadar mengenai tindakan perbudakan dan TPPO di sektor laut. Terpenting ke depan, Indonesia harus peka pada perlindungan  ABK Indonesia yang bekerja di kapal asing.

"Film ini akan menjadi kredit bagi teman-teman jurnalis  yang memfokuskan diri dalam melakukan investigasi," jelasnya. [Red]

 



Terkait