Binanalar

Pertumbuhan Publikasi Ilmiah Indonesia 1.600%, Tertinggi di Dunia

KABAR 13 Jun 2019 22:38

Pertumbuhan Publikasi Ilmiah Indonesia 1.600%, Tertinggi di Dunia

binanalar.com

Binanalar.com - Publikasi ilmiah menjadi syarat untuk menaikkan taraf kualias lembaga pendidikan. Hal ini dapat menaikkan daya tawar serta saing di tinggak yang lebih luas.  Rupanya Indonesia dapat menunjukkan sebagai negara yang terus  meningkatkan publikasi internasionalnya. Bahkan sekarang tertinggi presentasenta. Menristekdikti Muhammad Nasir berbangga karena Indonesia mendapatkan apresiasi Growth Rate tertinggi di dunia di bidang publikasi ilmiah, hal ini diugkapkan di depan khalayak akademika Universitas Indonesia. Pertumbuhan tersebut kini mencapai 1.600%.

“Universitas Indonesia memiliki kontribusi paling besar dalam hal ini. Kalau berjalan terus sepuluh tahun kedepan, Indonesia bisa jadi rujukan dunia dalam hal riset”, tambahnya.

Nasir juga memaparkan keberhasilan dalam hal inovasi hasil riset. Salah satunya adalah dengan diluncurkannya Kapal Pelat Datar yang merupakan karya dari UI. Sebelumnya, kapal tersebut telah menyebrangi lautan dari Jakarta hingga Papua tanpa terjadi masalah.

“Ketahanan kapal karya bangsa Indonesia ini sudah teruji karena bisa kuat melewati Laut Aru (Arafuru)”, imbuh Nasir.

Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti juga berpesan jika tingginya angka pertumbuhan riset saja belum cukup hingga perlu dipikirkan bagaimana riset menjadi prototipe dan berbuah inovasi. Apabila riset sudah menjadi inovasi, maka dapat mempengaruhi nilai ekonomi Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UI, Muhammad Anis juga mengatakan bahwa kita sedang membangun Indonesia menuju 4 besar perekonomian dunia pada tahun 2045. Hal tersebut didasarkan pada makna kebangkitan nasional yang harus dijiwai.

Ketua Majelis Wali Amanat UI, Saleh Husin menambahkan bahwa saat ini Indonesia sedang butuh pembangunan dan ILUNI terdiri dari kumpulan orang-orang mumpuni pada bidangnya. Maka dari itu, jika bersatu padu maka Indonesia bisa maju.

Sebagai penutup, Menristekdikti berharap semakin banyak alumni yang dapat memberikan kontribusi dalam mendorong pengembangan riset di Indonesia. [RIL]

 

 



Terkait