Binanalar

Nobar Film Sexy Killer, Koalisi Perempuan Indonesia : Saya Ogah Golput

KABAR 13 Apr 2019 16:45

Nobar Film Sexy Killer, Koalisi Perempuan Indonesia : Saya Ogah Golput
Nobar Sexy Killer

binanalar.com

Binanalar.com - Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Jember menyelenggarakan kegiatan nonton bareng dan diskusi tentang fenomena yang terjadi dalam rangka memperingati rangkaian nonton bareng film besutan Watchdoc di kota-kota besar. (13/04).

Kegiatan tersebut mengusung tema lingkungan hidup, feminis, dan kondisi sosilogis masyarakat pasca pembangunan yang banyak merugikan masyarakat bertempat di Oase Café n Literasi Jember.  Bentuk kegiatan yang dilaksanakan memberikan kesempatan partisipasi aktif kepada seluruh peserta yang hadir untuk menonton bersama dan berdialog dengan pemantik diskusi. 

Alfianda bagian daro Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Jember dan Adil Satria dari FNKSDA Jember turut hadir memeriahkan nonton yang dilanjutkan dengan diskusi. Dalamkegiatan ini, penyelenggara mengharapkan adanya hal yang didapat guna memperkaya pengetahuan masyarakat agar tidak terjebak narasi klise yang sering digaungkan untuk eksploitasi SDA, dan untuk memperkuat benteng akal supaya tidak mudah terhasut oleh omongan yang hanya buaian semata demi kesejahteraan hidup, khususnya bagi para perempuan.

Acara tersebut di hadiri oleh sejumlah Mahasiswa, Jurnalis, Organisasi masyarakat sipil, dan berbagai kalangan lainnya, berjalan dengan lancar dan dibuka dengan tontonan film dokumenter yang berjudul Sexy Killer.

Film dokumenter tersebut membuat jagat maya berfikir ulang tentang makna industrialisasi dan pembangunan yang menceritakan banyak hal seputar perusakan lahan di beberapa daerah di Indonesia, dengan berbagai cara untuk bisa memuluskan jalan para pengusaha batubara dalam menjalankan usahanya. Dalam film besutan Watchdoc juga memperlihatkan beberapa permasalahan di indonesia seperti krisis air , hancurnya lahan persawahan, dan kasus yang melibatkan perempuan diungkap disana.

Penyelenggara Koalisi Perempuan Cabang Jember, mengatakan bahwa Sexy Killer merupakan film yang sangat bagus dan berharap semoga bisa menjadi pertimbangan bagi siapapun untuk tidak menindas kaum perempuan dan meemberikan hak kedaulatan yang sama.

“Isu lingkungan hidup memang menjadi isu pinggiran, apalagi isu perempuan. Isu LH masih bisa disenggol lewat debat paslon presiden dan wakil presiden. Tapi, debat terkesan hanya mengeluarkan solusi yang hanya permukaan dan tidak substantif. Bikin gerah!!" Ujar Alfinda

Lebih lanjut film dokumenter tersebut banyak menguak tentang bagaimana peran serta perempuan dalam persoalan lingkungan hidup yang tidak selesai-selesai. 

"Lalu, bagaimana dengan isu perempuan? Berlayar sampai lautan lepas sepertinya. Kalau kita masih ingat ajaran Sedulur Sikep, perempuan adalah ibu bumi atau ibu pertiwi. Maka, sudah wajar elemen perempuan erat kaitannya dengan lingkungan. Pengalaman ketubuhan perempuan, mulai dari krisis air, gangguan kesehatan, mata pencaharian yang hilang dsb, patut didokumentasikan lebih. Diharapkan juga, nobar yang dirangkai bersamaan dengan masa pemilu ini dapat memberi perspektif yang lebih ideal. Bukan sekedar menambah angka golput. Tapi, menambah kesadaran kita bahwa golput bukan sebuah pilihan. Kontestasi demokrasi memang hanya 5 (lima) tahun sekali, tapi demokrasi sebenarnya akan selalu berlangsung tiap detik dan tiap waktu.” Imbuh panitia acara.

Di tengah berjalannya nobar film Sexy Killer,  terkait dengan pesya demokrasi yang sebentar lagi terlaksana, Koalisi Perempuan Indonesia juga berpesan bagi para perempuan dimanapun,untuk menyatakan “SAYA OGAH GOLPUT” dan memberikan suaranya pada pemilihan Presiden pada 17 April 2019 mendatang. “Kalau keterwakilan perempuan tidak terwujud, siapa yang akan merubah nasib perempuan jika tidak perempuan itu sendiri dalam legislasi ini!”. [red]



Terkait