Binanalar

Konferensi Kebudayaan Indonesia 2018 Hasilkan Tujuh Resolusi

KABAR 13 Dec 2018 14:35

Konferensi Kebudayaan Indonesia 2018 Hasilkan Tujuh Resolusi
medcom.id

binanalar.com

Binanalar.com - Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 yang akan digelar di Jakarta 5-9 Desember 2018 sudah usai. Konferensi ini sangat penting karena banyak yang menunggu apa saja masukan dan gagasan bagi pemeliharaan kebudayaan nusantara menuju masa depan. Berikut tujuh hasil KKI 2018 yang telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Pertama, melembagakan pekan kebudayaan nasional sebagai platform aksi bersama yang memastikan peningkatan interaksi kreatif antar budaya.

Kedua, memastikan terjadi alih pengetahuan dan regenerasi melalui pelindungan dan pengembangan karya kreatif untuk kesejahteraan para pelaku budaya, serta pelibatan maestro dalam proses pendidikan dan pembelajaran formal.

Ketiga, Meningkatkan diplomasi kebudayaan dengan memperkuat perwakilan luar negeri sebagai pusat budaya Indonesia, meningkatkan jumlah dan mutu program pertukaran dan residensi untuk seniman, peneliti dan pelaku budaya, dan menjadikan diaspora Indonesia sebagai ujung tombak pemajuan kebudayaan di luar negeri.

Keempat, membangun pusat inovasi yang mempertemukan kemajuan teknologi dengan warisan budaya di setiap daerah melalui sinergi antara pelaku budaya dan penggerak ekonomi kreatif guna memanfaatkan kekayaan budaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kelima, membangun mekanisme pelibatan seniman dan pelaku budaya dalam kebijakan kepariwisataan berkelanjutan dan ekonomi kreatif yang berbasis komunitas, kearifan lokal, ekosistem budaya, pelestarian alam, dan pemanfaatan teknologi sebagai jalan keluar dari pendekatan industri ekstraktif.

Keenam, membentuk dana perwalian kebudayaan guna memperluas akses pada sumber pendanaan dan partisipasi masyarakat dalam pemajuan kebudayaan.

Ketujuh, memfungsikan aset publik (serta gedung terbengkalai, balai desa, gedung kesenian) dan fasilitas yang telah ada sebagai pusat kegiatan dan ruang ruang ekpresi kebudayaan, guna memperluas dan menjamin pemerataan akses masyarakat pada kebudayaan. [Red]

 



Terkait