Binanalar

Mufakat Budaya Indonesia Selenggarakan Temu Akbar untuk Menggagas Kebangsaan Kita

KABAR 25 Nov 2018 15:50

Mufakat Budaya Indonesia Selenggarakan Temu Akbar untuk Menggagas Kebangsaan Kita

binanalar.com

Binanalar.com - Mufakat Budaya Indonesia (MBI) kembali menyelenggarakan Temu Akbar untuk ketiga kalinya di Jakarta, untuk memufakatkan gagasan-gagasan baru yang bisa menjadi solusi komprehensif bagi bangsa Indonesia menjawab persoalan super-kompleks masa kini, dan meraih masa depan di tengah realitas dunia yang penuh ketidakterdugaan.

Solusi yang berbasis pada karakter bangsa Indonesia yang pasifis, damai, penuh cinta dan artistik. Semua elemen yang juga menjadi watak dasar masyarakat dan kebudayaannya yang Bahari.“Bukan dengan cara-cara konservatif tingkat global saat ini: ekonomi, politik, hukum dan militer yang ternyata kian menambah runyam keadaan di semua sudut bumi yang disentuhnya,” kata Radhar Panca Dahana, Koordinator dan pendiri MBI.

Temu Akbar MBI kali ini yang akan diselenggarakan di Jakarta, di Hotel Redtop, Jakarta Pusat tanggal 23-25 November 2018, menghadirkan sekitar 250 peserta (dari 34 provinsi) dari kalangan budayawan, rohaniawan, cendekiawan, tetua adat, juga pejabat publik senior negeri. Mereka akan membahas dan mengkaji ulang gagasan-gagasan dasar bangsa dan negara ini, yang terbagi ke dalam lima komisi (topik utama): kebudayaan, kebangsaan, ideologi, konstitusi dan kenegaraan.

Dalam sidang-sidang Komisi yang akan dipimpin oleh pemikir-pemiki muda, antara lain: Refli Harun, Titi Anggraini, Ray Rangkuti, Teuku Kemal Fasya, dan Saifur Rohman itu diharapkan terjadi diskursus yang hangat dan ketat untuk melahirkan ide-ide terobosan yang tidak hanya menjadi solusi komprehensif tapi juga “wajah” baru dan terkini dari bangsa Indonesia. Wajah (dengan seluruh kelengkapan karakternya) yang lebih segar dan mumpuni dalam menjawab gejolak zaman yang penuh turbulensi saat ini.

Temu Akbar MBI III ini akan juga diperkaya oleh masukan berupa ide-ide bernas dari kekayaan budaya lokal yang telah diserap melalui Kelompok Diskusi Terarah (FGD) yang dilaksanakan MBI di Jakarta, Yogyakarta dan Makassar yang diikuti oleh sekitar 70 tokohtokoh senior dari semua kesatuan adat dan etnik seluruh Indonesia. Ditambah masukanmasukan dari kalangan akademisi senior yang terinventarisir melalui diskusi-diskusi terbuka kerjasama MBI dengan harian Kompas, Media Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Jakarta, Metro TV dan majalah Gatra. “Semua ide dan masukan yang berasal dari kejeniusan dan kekuatan budaya tokoh-tokoh dan bangsa-bangsa di Nusantara yang telah membuktikan dirinya dalam ratusan bahkan ribuan tahun sejarah negeri ini,” lanjut Radhar.

Sebagai pelengkap, di akhir semua sidang akan ada malam apresiasi artistik yang diisi oleh beberapa seniman terkemuka, yang juga menjadi peserta, seperti: Slank, Dwiki Dharmawan, Paramitha Rusady, Renny Djajoesman, Marcella dan Olivia Zalianty, Cornelia Agatha, Ine Febrianty, dll. Semuanya memperlihatkan bagaimana seluruh elemen atau pemangku kepentingan negara terlibat dan membuktikan perhatian besar dan komitmennya pada apa yang paling dekat dengan hatinya, apa yang ia cinta dan bela: Indonesia. “Semoga semua ini bisa menjadi legacy (warisan) dari generasi ini pada generasi-generasi berikutnya,” pungkas Radhar. [Red]



Terkait