Binanalar

Himpunan Mahasiswa Islam Diskusikan Stabilitas NKRI Menjelang Pemilu 2019

KAMPUS 14 Dec 2018 21:45

Himpunan Mahasiswa Islam Diskusikan Stabilitas NKRI Menjelang Pemilu 2019
Doc. Pribadi

binanalar.com

Binanalar.com - Melihat tahun politik ini sangat rentan terhadap konflik yang disebabkan isu-isu politik, serta maraknya hoax, hate speech, gerakan separatis, dan provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

            Menyikapi permasalahan nasional tersebut Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( HMI KOMFISIP) cabang Ciputat mengadakan diskusi publik sebagai bentuk kepedulian bangsa yang bertemakan “ Peran Mahasiswa Islam dalam Menjaga Stabilitas NKRI Menjelang Pemilu 2019” di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (12/12).

            Diskusi publik ini disampaikan oleh berbagai instansi masyarakat, dari kepolisian yang diwakili oleh Irjen.Pol. Arkian Lubis, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), aktivis Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), dan pengamat politik Ray Rangkuti.“ Kami dari pihak kepolisian sudah mengamati bahwa sudah terlihat aktivitas radikalisme dan terorisme yang tidak menghendaki adanya pemilu karena tidak sepaham dengan pancasila” tutur Irjen.Pol. Arkian Lubis, Senin (12/12).

            Menjelang pilpres 2019, gerakan-gerakan yang memicu perpecahan NKRI banyak bermunculan, terutama kasus pembunuhan 31 warga sipil yang terjadi di Nduga, Papua, dikhawatirkan akan terjadi gerakan-gerakan teror lainnya yang akan mempengaruhi proses berjalannya pilpres 2019.

            Di lain pihak, Sekjen PGK Ryan Hidayat mengatakan,  keseimbangan pemuda bukan berarti stabilitas tanpa perkembangan, itu adalah kejumudan. Stabilitas pemuda ialah dengan adanya dinamika sebagai perkembangan.

            Pemuda memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas republik ini terutama pada pilpres 2019 nanti. “Sebagai pemuda banyak sekali celah demokrasi yang bisa diawasi sebagai bentuk partisipasi aktif politik pemuda, salah satunya adalah mengawal siapa donatur dari dana kampanye setiap calon presiden, agar tak terjadinya isu mahar politik yang tidak dapat dijangkau dalam laporan dana kampanye yang cukup besar jumlahnya dan menimbulkan transaksi politik nantinya antara pengusaha dan politisi” ujar aktivis PERLUDEM Amalia, Senin (12/12).

            Sikap kritis Mahasiswa sangat diperlukan bagi bangsa ini sekaligus mengawal proses berjalannya pemerintahan, pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan,  politik identitas akan memecah persatuan Republik Indonesia, oleh karenanya politik identitas harus memiliki batasan yang tegas, inilah tugas mahasiswa sebagai pionir untuk menjadi penghambat naiknya isu identitas di Indonesia. Saya merindukan HMI yang tegas dan kritis dalam mengawal demokrasi di Indonesia, saya berharap HMI kembali pada fitrahnya yang aktif kritik dalam mengawal kesehatan demokrasi. [Hermawan/Red]



Terkait