Binanalar

Aman UMJ Sayangkan BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta Tidak Turun Aksi

KAMPUS 12 Nov 2018 18:06

Aman UMJ Sayangkan BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta Tidak Turun Aksi

binanalar.com

Binanalar.com - Hari ini Aliansi Mahasiswa dan Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta (AMAN UMJ) kembali melakukan aksi di depan rektorat menuntut rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) setelah sebelumnya belum mendapatkan hasil dari audiensi. Sayangnya BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta, kali ini mangkir untuk tidak turun dalam aksi tersebut padahal dalam konfirmasi akan ikut serta dalam aksi.

Bidal Shagoni koordinator lapangan aksi menyatakan BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta sebelumnya sudah bersedia untuk ikut serta dalam aksi namun nyatanya tidak satupun yang ikut. “BEM Universitas ganti kalimat, semalam janji akan turun tapi tidak hadir saat ini,” katanya (12/11).

Pada aksi sebelumnya, Sabtu (10/11) BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta tidak ikut dalam aksi tadi padahal sempat diajak diskusi terkait kasus ini oleh salah satu stafnya namun beliau malah tutup telinga dan mata dalam aksi dan diduga kuat ada persekongkolan didalamnya.

Dipermainkan Rektorat

Bidal Shagoni mengungkapkan pada aksi kembali dijebak oleh pihak rektorat. Sebelumnya perwakilan ditolak masuk untuk menemui pihak rektorat. Anehnya kemudian dipersilahkan kembali untuk masuk tetapi kondisi ruangan sudah kosong tanpa satupun pihak rektorat. “Kesal, kita tak mendapati orang di ruangan tersebut,” ungkapnya.

Para aksi merasa kesal karena ruangan pemilihan rector kosong. Rupanya rektor sudah meninggalkan ruanganya. Menurut informasi bersembunyi di sebuah Villa di dekat kampus. Permasalahnya mahasiswa cukup kesal terhadap kepemimpinan rektor dikarenakan tidak ada pertanggung jawaban yang jelas dalam persoalan keungan selama periode kepemimpinannya namun mencalonkan diri kembali.

Wakil Rektor III UMJ Irfan mengarahkan para aksi untuk melakukan audiensi ke Pengurus Pusat Muhammadiyah namun ditentang oleh para perwakilan aksi karena dinilai tidak rasional. Disamping itu, Muchtar Mantan Direktur Pasca Sarjana berorasi menjelaskan kepada para mahasiswa terkait dengan permulaan masalah sehingga banyak dari mahasiswa menteskan air mata karena merasa masih ada dosen senior yang melakukan pembelaan terhadap aksi mahasiswa. [Red]



Terkait