Binanalar

Tangis Tawa 17.303 Kursi Tes Mandiri UIN Jakarta

MILENIAL 02 Jun 2018 13:59

Tangis Tawa 17.303 Kursi Tes Mandiri UIN Jakarta
Calon mahasiswa baru dari jalur tes mandiri terlihat khusuk memperhatikan soal tes, Sabtu (2/6)

binanalar.com


Binanalar.com- Sabtu 2 Juni pagi terasa belum sempurna jalan Juanda akses utama UIN Jakarta sesak dengan laju kendaran yang melamban. Mereka menunggu giliran dengan perlahan masuk lahan Universitas. Terlihat bapak-bapak juga berlari kecil mengantarkan anaknya menuju tempat yang ditujunya. Ya pagi itu suasan tes jalur mandiri UIN Jakarta salah satu dari tes yang disediakan bagi calon mahasiswa baru yang memilih UIN Jakarta sebagai destinasi pendidikan selanjutnya.

Selayaknya agenda tahunan, semua gedung UIN Jakarta dan beberapa gedung lainya seperti SMK Triguna, SMP 3 Tangerang Selatan, Madrasah Pembangun UIN Jakarta tak luput untuk dijadikan ruang tes bagi 17.303 pendaftar. 

Setiap kali tes berlangsung pasti sesekali ditemukan suasana yang bergam. Salah satunya seperti dialami oleh Rifat Ali, lelaki asal Asal Pandeglang itu sudah dua kali mengikuti tes di UIN Jakarta dengan jalur-jalur tes yang berbeda. Kini sudah memasuki tahu kedua dia berharap hasilnya tidak mengecewakan.”Kalau ini gagal, bisa saja saya mengurungkan untuk tidak melanjutkan pendidikan dan memilih kerja saja,” curhatnya.

Dia cukup terkejut pendaftar tes jalun mandiri UIN Jakarta kali ini mengalami peningkatan. Hal itu juga yang membutanya merasa semakin pesimis dengan hasil tesnya. Namun, dia sudah sedikit memiliki referensi tes di UIN Jakarta.”Ya semoga saja, tes tahun lalu membuat tes tadi makin ampuh,” katanya sambil tertawa.

Lain Rifat, Okky Riati Gadis asal Jakarta Barat memiliki cerita menarik. Dirinya tes di UIN Jakarta tidak lain karena amanah orang tua untuk sekolah yang memiliki latar belakang agama yang kuat. Padalah dirinya sudah merencanakan dengan kawan-kawannya untuk sekolah di Yogyakarta atau Malang.”Ikut pesan orang tua saja, siapa tau ada berkahnya,” ujarnya perempuan yang mengicar masuk jurusan Psikologi UIN Jakarta itu.

Saat ditanya, dengan isu-isu yang melingkari UIN Jakarta. Dirinya tau bahwa UIN Jakarta kampus yang unik dengan berbagai stigma pandangan yang menjurus kepada liberalisme atau radikalisme. Tetapi Okky sudah tau kalau hal itu salah karena hanya meraka yang lemah dan kurang berpikir sehat saja yang menelan mentah-mentah isu itu.”Ya saya sering diperingatkan sama kawan-kawan, tapi itu salah buktinya UIN Jakarta hari ini 15 terbaik PTN se-Indonesia,” tegasnya.

Terkait kuota pendaftaran, Edi Kepala Sub Bagian UIN Jakarta mengatakan belum tau berapa jumlah yang akan diterima dari jalur ini. Karena semua jalur lain masih bergerak jumlahnya. “Kita beum tau yang diterima dari jalur ini, itu ada di pimpinan,” katanya di ruang akademik pusat UIN Jakarta.

Ketika di tanya terkait sebagian besar pendaftar belum mengetahui tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Jakarta nanti, Edi menjelaskan semua diinformasikan oleh UIN Jakarta di web-nya saat calon mahasiswa mendaftarkan diri mereka.”Dari awal kita sudah jelaskan saat pendaftaran dilakukan ,” pungkasnya. [HM/AP]

 



Terkait